PENGEMBANGAN
KOLEKSI
PENGANTAR PENGEMBANGAN KOLEKSI
Perpustakaan dan unit informasi lainnya
mempunyai tujuan utama, yaitu untuk membantu dalam transfer informasi dan
pengembangan pengetahuan.
Menurut Evans (2000) dalam Developing
library and information center collection, ia menggambarkan proses transfer
informasi dengan menggunakan 9 lingkaran kegiatan yang terus berputar secara
berkesinambungan.
A. Koleksi
Perpustakaan
Salah satu komponen perpustakaan adalah
koleksi. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan koleksi perpustakaan adalah semua
bahan pustaka yang dikumpulkan. diolah, dan disimpan untuk disebarluaskan
kepada masyarakat guna memenuhi kebutuhan informasi mereka. Adapun tujuan
penyediaan koleksi perpustakaan adalah untuk menunjang pelaksanaan program
lembaga induknya.
Bahan pustaka yang tersedia di perpustakaan
dapat dikelompokkan dalam dua bentuk sebagai berikut:
1.
Tercetak
a.
Buku/monograf
adalah terbitan
yang mempunyai satu kesatuan yang utuh, dapat terdiri dari satu jilid atau
lebih.
Terbitan yang
termasuk dalam kelompok ini adalah buku, laporan penelitian, skripsi, tesis,
dan disertasi.
b.
Bukan buku
1)
Terbitan
berseri adalah terbitan yang diterbitkan terus-menerus dalam jangka waktu
terbit tertentu, dapat berupa harian, mingguan, bulanan, dan sebagainya.
2)
Peta
3)
Gambar
4)
Brosur,
pamflet, booklet
5)
Makalah,
merupakan karya yang mempunyai nilai sementara, tidak diolah sebagaimana bahan
pustaka lainnya.
2. Tidak tercetak
a. Rekaman gambar,
seperti film, video CD, mikrofilm, dan mikrofis.
b. Rekaman suara,
seperti piringan hitam, CD, kaset.
c. Rekaman data
magnetik/digital, seperti karya dalam bentuk disket, CD dan pangkalan data, dan
yang dikemas secara on-line.
B. Pengembangan Koleksi
Pengembangan koleksi merupakan suatu proses
universal untuk perpustakaan karena setiap perpustakaan akan membangun koleksi
yang kuat demi kepentingan pengguna perpustakaan. Kegiatan membangun koleksi
perpustakaan tersebut dikenal dengan istilah pengembangan koleksi.
Ruang lingkup kegiatan pengembangan koleksi
sangat luas cakupannya, tidak hanya melakukan pengadaan bahan pustaka, tetapi
juga melakukan pembinaan terhadap koleksi tersebut sehingga istilah
pengembangan koleksi juga dikenal dengan istilah pembinaan koleksi, pembinaan
bahan pustaka, dan pengadaan bahan pustaka.
Proses pengembangan koleksi terdiri dari 6
komponen kegiatan, yaitu:
1. Analisis
masyarakat, dalam hal ini masyarakat pengguna
2. Kebijakan
seleksi
3. Seleksi
4. Pengadaan
5. Penyiangan
6. Evaluasi
Menurut Evans (2000), dalam Buku Pedoman
Perpustakaan Perguruan Tinggi (2005) telah dijelaskan perincian kegiatan
pengembangan koleksi, yang terdiri dari:
1. Menentukan
kebijakan umum pengembangan koleksi
Kebijakan pengembangan koleksi untuk setiap
jenis perpustakaan adalah sama, yaitu didasari pada asas:
a. Kerelevanan
b. Berorientasi
pada kebutuhan pengguna
c. Kelengkapan
d. Kemutakhiran
e. Kerja sama
2. Menentukan
kewenangan, tugas, dan tanggung jawab semua unsur yang terlibat dalam
pengembangan koleksi
Setiap perpustakaan membentuk struktur
organisasi yang terdiri dari:
a.
Kepala
Kepala perpustakaan berhak menetapkan pengadaan
bahan pustaka yang telah diseleksi.
b.
Bagian
administasi
c.
Bagian layanan
teknis
Bagian layanan teknis merupakan bagian yang
mengurus masalah pengembangan koleksi perpustakaan. Tugas bagian ini adalah
menentukan kebijakan pengembangan koleksi, memilih dan mengadakan bahan pustaka
yang tepat, dan mengolah bahan pustaka, kemudian disimpan dalam rak dan
dimanfaatkan oleh pengguna.
d. Bagian layanan pengguna.
Berikut adalah jenis perpustakaan beserta
tujuannya dan masyarakat yang dilayaninya:
1. Perpustakaan
Umum
Perpustakaan umum adalah perpustakaan yang
diselenggarakan oleh dana umum dan mempunyai tujuan sebagai berikut:
a. Pendidikan,
yaitu untuk mengembangkan diri, bagi semua tingkatan usia baik untuk perorangan
maupun kelompok.
Tujuan ini dikenal dengan konsep pendidikan
seumur hidup.
b. Informasi,
yaitu sebagai sumber informasi yang akurat dan mutakhir.
c. Kebudayaan,
yaitu untuk mendorong partisipasi dan apresiasi dalam berbagai kegiatan
kebudayaan.
d. Rekreasi, yaitu
untuk membantu masyarakat baik perorangan maupun kelompok untuk mengisi waktu
luang dengan kegiatan yang positif
Masyarakat yang dilayani suatu perpustakaan
umum sangat heterogen, yaitu:
a. Kategori
perpustakaan umum, yaitu perpustakaan daerah, kotamadya, kabupaten, desa, atau
perpustakaan masjid.
b. Ukuran
perpustakaan, yaitu besar, sedang, atau kecil.
c. Lokasi
perpustakaan, yaitu di daerah industri, pertanian, pesisir, dekat kota besar,
kota besar, kota kecil, desa, atau daerah terpencil.
d. Komposisi
penduduk, yaitu berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan formal, pekerjaan,
penghasilan, dan agama.
2. Perpustakaan
Perguruan Tinggi
Perpustakaan perguruan tinggi adalah
perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan bawahannya, maupun
lembaga yang berafiliasi dengan perguruan tinggi.
Koleksi perpustakaan perguruan tinggi tidak
seragam karena adanya perbedaan dalam:
a. Jenis perguruan
tingi (universitas, akademi atau sekolah tinggi).
b. Tingkat
pendidikan (jenjang diploma, S1, S2, dan S3).
c. Prioritas,
mengutamakan untuk program S1 atau S2.
d. Jumlah
mahasiswa.
e. Program studi,
terdiri dari banyak program atau sedikit program.
3. Perpustakaan
Sekolah
Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang
tergabung pada sebuah sekolah, dikelola sepenuhnya oleh sekolah yang
bersangkutan.
Tujuannya adalah untuk:
a. Pendidikan,
menunjang kurikulum pendidikan.
b. Informasi,
membekali siswa dengan keterampilan mencari, mengolah, dan mengevaluasi
informasi.
c. Pengembangan
pribadi dan watak.
d. Penelitian
sederhana dan rekreasi.
4. Perpustakaan
Khusus
Perpustakaan khusus dapat merupakan
perpustakaan sebuah departemen, lembaga negara, lembaga penelitian, organisasi
masa, industri, maupun perusahaan swasta.
Tujuan utama perpustakaan khusus adalah
menunjang kegiatan bahan induknya.
5. Perpustakaan
Nasional
Perpustakaan nasional pada umumnya
diselenggarakan oleh negara.
Fungsi utama Perpustakaan Nasional adalah
menyiapkan semua bahan pustaka yang tercetak dan terekam yang diterbitkan di
suatu negara.
DAFTAR
PUSTAKA
Lasa
HS.2002. MembinaPerpustakaan Madrasah danSekolah Islam. Yogyakarta:
AdiCita.
Kompas, 2005,Perpustakaan
sebagai sumber ilmu alternatif, Jakarta: Kompas.